Jumat, 09 Maret 2012

CIDR/VLSM


CIDR (Classless Inter-Domain Routing)

Classless Inter-Domain Routing (CIDR) adalah metodologi pengalokasian alamat IP dan routing paket Internet Protocol.CIDR diperkenalkan pada tahun 1993 untuk menggantikan arsitektur pengalamatan sebelumnya dari desain jaringan classful di Internet dengan tujuan untuk memperlambat pertumbuhan tabel routing pada router di Internet, dan untuk mengatasi kelemahan pengalamatan IPv4. CIDR juga merupakan sebuah cara alternatif untuk mengklasifikasikan alamat-alamat IP berbeda dengan sistem klasifikasi ke dalam kelas A, kelas B, kelas C, kelas D, dan kelas E. Disebut juga sebagai supernetting. CIDR merupakan mekanisme routing yang lebih efisien dibandingkan dengan cara yang asli, yakni dengan membagi alamat IP jaringan ke dalam kelas-kelas A, B, dan C. Masalah yang terjadi pada sistem yang lama adalah bahwa sistem tersebut meninggalkan banyak sekali alamat IP yang tidak digunakan. Sebagai contoh, alamat IP kelas A secara teoritis mendukung hingga 16 juta host komputer yang dapat terhubung, sebuah jumlah yang sangat besar.
Dalam kenyataannya, para pengguna alamat IP kelas A ini jarang yang memiliki jumlah host sebanyak itu, sehingga menyisakan banyak sekali ruangan kosong di dalam ruang alamat IP yang telah disediakan. CIDR dikembangkan sebagai sebuah cara untuk menggunakan alamat-alamat IP yang tidak terpakai tersebut untuk digunakan di mana saja. Dengan cara yang sama, kelas C yang secara teoritis hanya mendukung 254 alamat tiap jaringan, dapat menggunakan hingga 32766 alamat IP, yang seharusnya hanya tersedia untuk alamat IP kelas B.




Berikut contoh perhitungan secara CIDR (Classless Inter-Domain Routing).

1. Diketahui : Network awal adalah 172.16.16.0/22
Ditanyakan : Buat menjadi 3 subnetwork !
Jawab:
> Tentukan range network awal :
Jumlah IP awal= 2^10 = 1024 IP
Jadi jaraknya 172.16.16.0 s/d 172.16.19.155
> Tentukan panjang setiap subnetwork:
Panjang subnet= Jumlah host/IP awal : jumlah subnet
Panjang subnet= 1024:4 = 256
Jadi panjang setiap subnetwork-nya adalah 256 host setara dengan masking /24
> Berikan alokasi IP Address untuk setiap subnetworknya:
1. 172.16.16.0/24 - 172.16.16.255/24
2. 172.16.17.0/24 - 172.16.17.255/24
3. 172.16.18.0/24 - 172.16.18.255/24
4. 172.16.19.0/24 - 172.16.19.255/24

2. Diketahui : network awal adalah 172.16.16.0/22
Ditanyakan : Tentukan alokasi subnetwork yang masing-masing terdiri dari 75 host !
Jawab:
> Tentukan range network awal:
Jumlah IP/host awal= 2^10= 1024 IP/host
Jadi range network-nya 172.16.16.0 s/d 172.16.19.255
> Tentukan Jumlah subnetwork-nya:
Jumlah subnet= Jumlah host awal:Jumlah host pada setiap subnet
Jumlah subnet= 1024:128= 8
Jadi Jumlah subnet yang akan dibuat adalah 8 subnetwork dengan masing2 128 host setara dengan masking /25
> Alokasi IP Address subnetwork-nya:
1. 172.16.16.0/25 - 172.16.16.127/25
2. 172.16.16.128/25 - 172.16.16.255/25
3. 172.16.17.0/25 - 172.16.17.127/25
4. 172.16.17.128/25 - 172.16.17.255/25
5. 172.16.18.0/25 - 172.16.18.127/25
6. 172.16.18.128/25 - 172.16.18.255/25
7. 172.16.19.0/25 - 172.16.19.127/25
8. 172.16.19.128/25 - 172.16.19.255/25

3. Diketahui: network awal adalah 192.168.128.0/25
Ditanyakan: Buat menjadi 2 subnetwork !
Jawab:
> Tentukan range network awal:
Jumlah IP/host awal= 2^7=128
Jadi range-nya 192.168.128.0 s/d 192.168.128.127
> Tentukan panjang setiap subnetwork
Panjang subnet=128:2=64
Jadi tiap subnetwork panjang-nya 64 IP setara dengan masking /26
> Alokasi IP Address subnetwork-nya:
1. 192.168.128.0/26 - 192.168.128.63/26
2. 192.168.128.64/26 - 192.168.128.127/26

4. Diketahui: network awal adalah 192.168.128.0/25
Ditanyakan: Tentukan alokasi subnetwork yang masing - masing terdiri dari 30 host !
Jawab:
> Tentukan range network awal:
Jumlah IP awal = 2^7=128
Jadi range-nya 192.168.128.0 s/d 192.168.128.127
> Tentukan jumlah subnetwork-nya:
Jumlah subnet=Jumlah host awal:Jumlah host setiap subnet
Jumlah subnet= 128:32= 4
Jadi jumlah subnetnya 4 dan setara dengan masking /27
> Alokasi IP Address tiap subnet:
1. 192.168.128.0/27 - 192.168.128.31/27
2. 192.168.128.32/27 - 192.168.128.63/27
3. 192.168.128.64/27 - 192.168.128.95/27
4. 192.168.128.96/27 - 192.168.128.127/27

5. Diketahui: network awal adalah 162.16.20.0/27
Ditanyakan: Buat menjadi 2 subnetwork?!
Jawab:
> Tentukan range network awal:
IP awal=2^5=32
Jadi range-nya 162.16.20.0 s/d 162.16.20.31
> Tentukan panjang setiap subnetwork
Panjang subnet=Jumlah host awal:Jumlah subnet
Panjang subnet= 32:2=16
Jadi tiap subnet panjangnya adalah 16 IP setara dengan masking /28
> Alokasi IP Address tiap subnetwork:
1. 162.16.20.0/28 - 162.16.20.15/28
2. 162.16.20.16/28 - 162.16.20.31/28

*Penjelasan:
1. Kelemahan menggunakan CIDR adalah ada subnet ataupun host yang tidak terpakai (mubazir). Contohnya pada soal nomor 1, yang diminta adalah 3 subnetwork. Tapi kenyataannya dengan cara CIDR kita hanya bisa membuat jumlah subnetwork ke kelipatan 2 selanjutnya yaitu 4. Sehingga ada 1 subnetwork yang tidak terpakai.
Variabel Length Subnet Masks (VLSM)
Sebagai contoh untuk memahami mengenai VLSM kita lihat contoh berikut:
Sebuah jaringan kelas C dipecah menjadi delapan subnet yang sama ukuran, namun masing-masing subnet tidak memanfaatkan semua alamat host yang tersedia, sehingga menghasilkan ruang alamat yang tidak terpakai.


Bahwa dari subnet yang sedang digunakan, NetA, NetC, dan NetD memiliki banyak ruang alamat host yang tidak terpakai. Ada kemungkinan hal ini disengaja untuk perencanaaan atau perkiraan penggunaan alamat host di masa depan, tetapi dalam banyak kasus, hal ini hanyalah pemborosan alamat host. Untuk itulah Variabel Length Subnet Masks (VLSM) memungkinkan untuk menggunakan ruang alamat menjadi lebih efisien.

skema subnetting dengan penggunaan VLSM, diberikan:
NetA: 14 host
NetB: 28 host
NetC: 2 host
NetD: 7 host
NetE: 28 host

Selanjutnya kita tentukan blok subnet berdasarkan kebutuhan host:

 netA: membutuhkan / 28 (255.255.255.240) untuk mendukung 14 host
 netB: membutuhkan / 27 (255.255.255.224) untuk mendukung 28 host
 netC: membutuhkan / 30 (255.255.255.252) untuk mendukung 2 host
 netD: membutuhkan / 28 (255.255.255.240) untuk mendukung 7 host
 netE: membutuhkan / 27 (255.255.255.224) untuk mendukung 28 host

Cara termudah untuk menetapkan subnet adalah untuk menetapkan terbesar pertama. Sebagai contoh, Anda dapat menetapkan cara ini:
 netB: host rentang alamat 204.15.5.0/27 1 sampai 30
 netE: host 204.15.5.32/27 Kisaran alamat 33-62
 netA: host 204.15.5.64/28 Kisaran alamat 65-78
 netD: host 204.15.5.80/28 Kisaran alamat 81-94
 netC: host 204.15.5.96/30 Kisaran alamat 97-98


Maka, VLSM membantu mengefesiensikan lebih dari setengah ruang alamat. Selain itu VLSM juga berhasil mengurangi jumlah rute di routing table oleh berbagai jaringan subnets dalam satu ringkasan alamat. Misalnya subnets 192.168.10.0/24, 192.168.11.0/24 dan 192.168.12.0/24 semua akan dapat diringkas menjadi 192.168.8.0/21.

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Facebook